Rabu, 25 Januari 2012

Asal usul Kehidupan

Tahukah anda arti kata Biologi? Istilah "Biologi" diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, yaitu 'bios' yang berarti hidup dan 'logos' yang berarti ilmu. Jadi, Biologi artinya ilmu tentang kehidupan, termasuk di dalamnya keadaan dan sifat makhluk hidup. Tapi tahukah anda apa itu kehidupan dan dari mana asalnya kehidupan? Telah banyak ilmuwan yang mencoba menyajukan teori asal usul kehidupan, tetapi belu ada yang diterima secara memuaskan oleh semua pihak.
Berikut adalah teori asal-usul kehidupan yang sangat terkenal:

Teori Abiogenesis atau Generatio Spontanea
Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup berasa dari benda mati. Teori ini dipelopori oleh Aristoteles, didukung oleh Antonie Van Leeuwenhoek dan John Needham.

Aristoteles : Makhluk hidup terjadi begitu saja, pendapat ini masih terus bertahan sampai abad ke 17-18.
Antonie Van Leeuwenhoek : Leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop dan melihat jasad renik di dalam air bekas remdaman jerami. Dia pun mengemukakan teori yang mengatakan bahwa mikroorganisme berasal dari air rendaman (benda mati).
John Needham : Needham melakukan penelitiaan dengan memanaskan air kaldu (bekas dari mikroorganisme), kemudian mendinginkannya. Setelah berapa lama, didalam air kaldu muncul lagi mikroorganisme yang baru. Menurut Needham, mikroorganisme berasal dari air kaldu (benda mati).
Ketiga penelitian di atas memperkuat teori Abiogenesis.

Teori Biogenesis
Teori ini mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup. Teori ini didukung oleh Lazzaro Spallanzani, Francesco Redi, dan Louis Pasteur.

Lazzaro Spallanzani : Eksperimen: menggunakan air kaldu yang disimpan pada botol yang ditutup dan tidak ditutup. Hasil: kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme.
Francesco Redi : Eksperimen: menggunakan daging yang disimpan pada dua botol yang ditutup dan tidak ditutup. Hasil: larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk, tetapi dari lalat yang masuk ke tabung dan bertelur diatas daging.
Louis Paster : Eksperimen: menggunakan air kaldu yang disimpan dalam botol leher angsa yang dibuatnya sendiri. Penutup yang berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara. Hasil: mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan), tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara.

Hasil eksperimen Louis Pasteur membuat teori abiogenesis tidak berlaku lagi dan menjadi terkenal dengan perkataannya: "kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan oleh makhluk hidup atau makhluk hidup berasal dari makhluk hidup"

Teori Evolusi Kimia
Teori ini dikemukakan oleh Harold Urey (1893) dan dieksperimenkan oleh Stanley Miller (1953). Teori ini menerangkan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks. Stanley Miller mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba di dalam skala laboratorium.
Miller memasukkan gas H2, CH4 (metan), NH3 (amonia) dan air ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas-gas tadi. Sebagai sumber energi yang bertindak sebagai “halilintar” agar gas-gas dan uap air bereaksi, digunakan lecutan aliran listrik tegangan tinggi. Ternyata timbul reaksi, terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam amino, adenin dan gula sederhana seperti ribosa.
Hasil percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam sistem kehidupam seperti lipid, gula, asam amino, nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling sederhana.

Teori Evolusi Biologi
Tokoh teori evolusi adalah Alexander Oparin. Dia mengemukakan di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi-reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultra violet. Senyawa organik tersebut merupakan “soppurba” tempat kehidupan dapat muncul. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan (koaservat). Timbunan gumpalan (koaservat) yang kaya akan bahan-bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan koaservat dengan media luar yang dianggap sebagai “selaput sel primitif” yang memberi stabilitas pada koaservat.
Meskipun begitu Oparin tetap berpendapat amatlah sulit untuk nantinya koaservat yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tadi akan dapat menghasilkan “organisme heterotrofik” yang dapat mereplikasikan dirinya dan mengambil nutrisi dari “sop purba” yang kaya akan bahan-bahan organik dan menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup ke benda hidup.

sumber: Buku Rangkuman Biologi SMA kls 1,2,3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar